Hari Gini Nyontek..?

Menyontek sudah jadi hal yang lumrah. Demi mendapatkan nilai yang tinggi saat ujian, seseorang akan melakukan apa saja (paham machiavelis: melakukan apa saja untuk memperoleh yang diinginkan). Ada yang mengartikan bahwa melakukan apa saja ini, termasuk melakukan cara-cara curang seperti menyontek. Orang-orang inilah yang biasa menghiasi budaya ujian dalam lembaga pendidikan. Orang yang bijak, akan menanggapinya dengan giat belajar, jika mereka tidak mengerti mereka akan menuliskan jawaban sesuai yang mereka ketahui, tanpa perlu bertanya kanan-kiri.


Darimana asalnya budaya menyontek?
Sejak lahir, cara manusia belajar yang pertama adalah dengan meniru (imitasi). Kita meniru orang berjalan, meniru kata-kata, dan lain-lain. Namun, proses belajar meniru seperti diatas bukanlah sebuah kecurangan. Itu adalah proses alamiah kita sebagai manusia. Jadi sebenarnya bibit awal kebiasaan menyontek ini berawal dari proses alamiah yang benar. Awal ini terus berkembang seiring bertambahnya usia.

Mengapa menyontek itu tidak etis?

Pertama-tama, sebelum pertanyaan ini dijawab, ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya. Siapa yang menjawab pertanyaan diatas? apakah si A, Orang yang baik (dalam arti tidak suka berbuat curang), atau si B, orang yang tidak baik (suka berbuat curang). Soalnya kedua orang yang ditanya ini akan menghasilkan jawaban yang bertolak belakang. si A bilang menyontek itu tidak etis. Si B bilang, menyontek itu sah-sah saja.
Menyontek adalah salah satu proses imitasi yang tidak dibenarkan menurut norma yang berlaku dalam pendidikan formal maupun informal. mengapa tidak dibenarkan? Karena melanggar aturan ujian dan norma dalam ujian. Ujian, atau ulangan harian adalah test untuk mengetahui kemampuan pribadi masing-masing pelajar. Jika hasil yang diperoleh dengan menyontek, bagaimana akan mengetahui kemampuan pribadi? nah, inilah jawaban si A.

Mengapa saya bilang, menyontek sudah tradisi?

Anda dapat lihat, ternyata menyontek tidak hanya dilakukan anak SD saja, Ternyata anak TK-Perguruan tinggi juga menyontek. Nah, tradisi itu kan kebiasaan yang berlangsung terus menerus dalam sesuatu kehidupan masyarakat. Jadi, dari definisi itu, menyontek bisa disebut sudah jadi tradisi dong..!! Kata nenek-ku, dulu dia dan teman-teman juga suka menyontek. tapi waktu itu hukumannya sangat berat. Jadi, sekali dihukum bisa langsung kapok. Nah, sekarang hukumannya tidak berat, jadi tradisi menyontek semakin tumbuh dengan subur.
Menyontek tidak hanya dilakukan seorang pelajar. Orang yang sudah bekerja juga suka menyontek. Misalnya Plagiat, itu salah satu yang sejenis dengan nyontek. Hhmmm….jadi secara garis besarnya. Mulai dari TK sampai beranak cucu-pun masih dapat dijumpai orang yang menyontek.

Mengapa orang-orang menyontek?

seperti sudah disinggung dibagian awal. Pada saat test. Orang-orang semuanya ingin mendapatkan nilai terbaik. Namun, untuk memperoleh itu, ada yang mau berusaha dengan benar, ada yang tidak (orang yang menyontek juga mengatakan bahwa mereka berusaha, berusaha menyontek). Ada yang mengerti dan mampu menjawab soal-soal test ada yang tidak. Nah, bagi yang tidak mampu ini, berarti dia berada dalam masalah, yaitu hasil test yang jelek.. Nah, hasil test yang jelek ini akan berbuntut pada nilai akhir. Selain itu, bagi yang hasilnya jelek, tentu juga akan dapat sanksi sosial, seperti disebut bodoh, dll. Untuk mengantisipasi itu semua, mereka yang tidak mampu melakukan segala cara, termasuk dengan menyontek.


Buat kawan-kawan semua, ternyata nyontek itu tidak baik. Jadi sebaiknya jangan dilakukan deh.. PD (percaya diri) aja sama kemampuan diri sendiri. Ga malu apa sama hati nurani kamu…pastinya dia tidak mengijinkan itu kan??Ingat, nilai kejujuran lebih mahal daripada nilai ulangan..Sampai kapanpun..!



Publish : www.rynoedin.blogspot.com 
http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/01/nyontek-saat-ujiansudah-tradisi/
Tag : Pelajar, Remaja
comments
1 Komentar untuk "Hari Gini Nyontek..?"

pengunjung malam datang,saya juga sering nyontek hehehe....jangan lupa mampir kr blog ane ya : www.teguhashax.blogspot.com

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, silahkan berikan komentar. Dilarang menggunakan kata-kata kotor, hujatan ataupun kata-kata tercela lainnya.

Kami akan menghapus komentar yang kurang berkenan dan tidak relevan dengan tulisan