Pendakian Gn. Gede Pangrango Ke 3 - Badai Alun-Alun Surya Kencana

Rencana Naik Gunung

Sebulan sebelum Idhul Adha, beberapa teman kampus ngajak naik Gunung. Mungkin pada penasaran rasa getirnya naik gunung itu gimana kali ya? Atau mungkin juga terinspirasi beberapa konten kreator traveling khusunya naik gunung, contoh kaya Bang Fiersa Bersari atau Bang Dzawin (pake "Bang" biar keliatan akrab, wkwk).

Ngeliat beberapa komitmen temen-temen kampus STIT Nusantara yang serius pengen naik gunung, maka kita agendakan untuk naik ke salah satu gunung yang ada di Jawa Barat. Kenapa Jawa Barat? Ya karena kita pemula-pemula jadinya yang deket-deket dulu aja, hitung-hitung mengurangi resiko yang ada diperjalanan.

Menetapkan Jadwal dan Tujuan

Kita mulai kumpul dan merencanakan waktu, tujuan dan beberapa persiapan yang diperlukan. Karena biar bagaimanapun setiap agenda harus terencana dengan matang jangan sampe nanti kita ga tau arah tujuan dan hal apa saja yang harus dilakukan dan dipersiapkan dalam agenda tersebut.

Kita ambil keputusan untuk melakukan pendakian ke Gunung Gede via Jalur Gunung Putri (Cianjur) dan turun lewat jalur Cibodas. Karena menurut saya sih trek lintas Putri-Cibodas tuh favorit banget, lewat putri kita bisa nge-Camp di hamparan dataran indah Alun-alun Surya Kencana dan tentu aja turun lewat Jalur Cibodas kita bisa lewati beberapa destinasi wisata yang ada disana. Contoh, air panas, air terjun, air danau dll (dan lupa lagi).

Persiapan Perjalanan

Pendaftaran untuk melakukan pendakian ke gunung gede dilakukan secara online (daftar online) itu sih menurut aturan resminya ya.

Ya karena kita berusaha mengikuti prosedur yang ada disana, maka kita daftar online, dengan mengisi biodata dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. 

Pembayaran pendaftaran juga dilakukan dengan cara transfer setelah kita terdaftar dan mendapatkan kuota pada hari yang sudah kita tentukan (kuota per hari terbatas ya gaes).

Oh ia jangan lupa juga kalau kita mendaki dengan jumlah diatas 5 orang, perlu di siapkan dan dipisah antara perlengkapan pribadi sama perlengkapan kelompoknya ya, hal ini supaya memudahkan kita dalam perjalanan dan mengefisiensi barang bawaan biar ga kebanyakan atau malah kekurangan.

Selain itu persyaratan administrasi di Gunung gede juga lumayan ketat, seperti surat ijin orang tua (bagi pendaki dibawah usia 17 tahun), surat keterangan sehat dari dokter dengan tanggal yang sama saat pendakian dilaksanakan dan persyaratan-persyaratan lainnya. (ribet ya, naik gunung apa mau naik haji?..huft)

*Baca Juga Pejalanan Kami ke Gn. Cikuray disini

Untuk perjalanan kali ini saya menyewa mobil travel untuk tranportasi karena biar ga ribet transit-transit aja sih, tapi kalau mau lebih ekonomis mending ngecer-ngecer aja. 

Persiapan Di Basecamp Gunung Putri

Pengalaman dari pendakian sebelumnya, dimana kita harus bulak balik ke cibodas buat daftar ulang. Maka saya dan satu teman turun di Base Camp Cibodas, sisanya lanjut ke basecamp kaki gunung Putri. 

Saat itu hari masih dini, sekita pukul 04.00 WIB. Jadi kita harus ngemper dulu di warung-warung sekitar Kantor pendaftaran sampai buka waktu pendaftarannya (sekitar pukul 07.00 wib).

Ga kerasa matahari mulai muncul menghangatkan suasana dingin yang bikin menggigil semalaman di Cibodas. Kita langsung ke tempat pendaftaran, ternyata ada aturan baru yang berubah dari aturan sebelumnya, bahwa daftar ulang dilakukan di basecamp masing-masing awal pendakian. Huft)' 

Al hasil saya dan teman saya harus mencari transportasi ke kaki gunung Gede (perjalanan 5-10 menit). Awalnya mau cari ojek, ternyata tarifnya menggila dong..hee
Akhirnya kita booking angkot buat ngankut 2 orang doang dengan tarif 50rb/orang. Huft'

Selama Perjalanan

Setelah semua persyaratan dipenuhi, kami mulai perjalanan sekitar pukul 11.00 WIB. Berhubung kami membawa beberapa teman perempuan dalam rombongan, maka kami melakukan perjalanan dengan sedikit santai.

Sesekali beristirahat untuk minum dan makan makanan ringan yang di bawa. Sekedar untuk meregangkan otot dan mengatur napas yang mulai terengah-engah.

Menjelang sore rombongan terpecah menjadi 2 kelompok, kelompok pertama ada kelompok pendaki yang masih memiliki kekuatan buat melanjutkan perjalanan secara maksimal, rombongan pertama ini berfungsi sebagai penyedia tempat dan memasak bahan-bahan makanan nantinya. 

Kelompok yang kedua adalah kelompok yang sudah mengalami kelelahan dalam perjalanan, kelompok ini harus didampingi oleh seorang yang sudah memiliki pengalaman dalam pendakian atau minimal bisa memimpin rombongan untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi nantinya.

Kebetulan saya mendampingi kelompok kedua, sehingga harus lebih sabar untuk mengawal teman-teman pendaki yang sudah terlihat sangat lelah. 

Perjalanan menuju alun-alun Surya Kencana (tempat camp) masih harus melewati 3 pos lagi, hari mulai gelap dan suasana mulai hening.

Beberapa teman sudah sedikit panik, bahkan ada yang minta untuk kembali turun. Tapi menurut saya itu bukan pilihan yang baik, karen kita sudah separuh perjalanan lebih dan waktu juga semakin malam

Badai di Alun-Alun Surya Kencana

Inilah dititik ketika saya kehilangan beberapa paragraf karena lupa save. Huft'

Setelah berjalan sekitar 3 jam dari awal malam, kami mendapati jalur yang datar, ini menjadi tanda baik, bahwa beberapa meter lagi kami akan sampai di alun-alun Surya Kencana.
Sampainya disana kami langsung beristirahat disamping warung yang langsung terlihat dijalur masuk alun-alun Surya Kencana. Sedikit lega dan haru atas keadaan ini, mengingat perjuangan yang sangat luar biasa untuk sampai ke tempat ini.

Angin mulai kencang, disaat teman pendaki lain beristirahat saya mencoba mencari kelompok pendaki rombongan yang berjalan terlebih dahulu agar bisa bergabung. 

Saya berjalan mengitari tenda-tenda yang ada disekitar area Camp dan berteriak-teriak memanggil teman, berharap ada sautan balasan sebagai tanda bahwa mereka juga berada disana. Setelah beberpa kali memanggil, tidak ada suara balasan. Saya menduga mereka mendirikan tenda di tempat camp timur (dekat dengan arah puncak), karena dari awal memang kami merencanakan untuk mendirikan tenda disana agar tidak terlalu jauh ke puncaknya.

Awalnya saya ingin menyusul kesana, tapi karena jarak yang masih lumayan jauh dan harus melewati tanah lapang dengan angin yang berhembus semakin kencang, kami memutuskan untuk mendirikan 1 tenda yang tersisa dirombongan, yang seharusnya tenda ini hanya bisa menampung 2 orang, tapi karena jumlah kami 5 orang, maka kami paksa 3 orang berada ditenda termasuk peralatan lainnya dan 2 orang (termasuk saya) tidur diluar tenda dengan alas dan SB saja. 

Karena lelah, kami langsung tidur setelah menikmati seduhan-seduhan minuman hangat. Sempat pulas walaupun angin semakin kencang berhembus diluar, 1 jam kemudian badan mulai merasakan sangat kedinginan dan menggigil. Saya membangunkan 1 teman yang ikut tidur diluar dan menanyakan keadaanya, dia bilang, dia juga merasakan sangat kedinginan *haduh.

Saya langsung bangun dan coba cari perlindungan, terlihat dalam warung ternyata ada tenda yang dipasang untuk tidur penjaga warung tersebut yang ukuranya bisa menampung 5 orang. 

Menuju kesana dan coba membangungkan penjaga warung dari luar, beberapa kali memanggil tidak ada jawaban. Akhirnya saya masuk kewarung dan membangunkan 1 penjaga warung yang sedang tidur didalam tenda tersebut.

Alhamdulillah penjaga warung tersebut mempersilahkan kami untuk tidur didalam tenda, biar ga terlalu dingin. Karena sangat berbahaya kalau tubuh kita merasakan dingin yang sangat dan kondisi kita lemah. Kita bisa terkena hypotermia yang bisa mengancam nyawa. Waliyadzubillah.

Pagi Masih Badai

Malam mulai berlalu pagi hari siap menyambut, saya terbangun dan coba membangunkan teman-teman lain untuk menikmati indahnya pagi di alun-alun Surya Kencana. Tapi memang angin masih berhembus kencang, sehingga mereka juga sedikit enggan untuk keluar.

Sendiri saya berjalan menuju tempat yang bisa terlihat terbitnya matahari pagi, aga ragu sedikit untuk melangkah ke tempat itu, karena masih sangat dingin. Tapi ternyata sudah ada 1 orang yang sudah berada disana, yang menjadi tanda bahwa ternyata disana aman-aman saja.

Kita sempat saling minta difotokan dengan background cahaya matahari yang masih dini, dan itu indah sekali gaes.hee

Puas menikmati matahari pagi, saya kembali ke tenda. Ternyata disana sudah ada salah satu teman yang berada dirombongan kelompok pertama menyusul kesini. Kita ga saling menyalahkan karena memang keadaanya yang darurat. 

Kepuncak Bareng

Sekitar pukul 08.00 wib, 2 kelompok ini bergabung untuk melanjutkan perjalanan kepuncak. Untuk membangkitkan kembali semangat dan kekuatan pastinya kita sarapan dahulu dan menikmati keindahan pagi di alun-alun surken.

Alhamdulillah akhirnya kami sampai di Puncak tertinggi ke 3 di Jawa Barat Gunung Gede - Pangrango. Dengan penuh drama-drama juga dalam perjalanannya. Hee

Banyak pelajaran dalam setiap perjalanan, tidak hanya kesan dan kesenangan. Tapi perjuangan, semangat pantang menyerah sangat tertanam ketika kita melakukan pendakian.

Terimakasih, See you next story guys.....

Tag : gunung, pendaki
comments
2 Komentar untuk "Pendakian Gn. Gede Pangrango Ke 3 - Badai Alun-Alun Surya Kencana"

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, silahkan berikan komentar. Dilarang menggunakan kata-kata kotor, hujatan ataupun kata-kata tercela lainnya.

Kami akan menghapus komentar yang kurang berkenan dan tidak relevan dengan tulisan