Ketika Gaji Guru Di Sekolah Sunnah Lebih Kecil Dari Gaji Buruh Pabrik

Pernah saya menasehati seorang guru di lembaga pendidikan sunnah yg kinerjanya kurang semangat, datang terlambat, tidak pakai seragam, dan macem2 deh. 

Dalihnya, guru disini gajinya lebih kecil dari buruh pabrik, ndak usah dibebani dengan aturan yg macem2. 

Sebenarnya mau saya jawab (ini cm saya batin aja)
"Ya sudah jadi buruh saja sana. Klo kamu anggap itu lebih mulia."
(Tapi g sampai hati saya mau berucap seperti itu.) 

Saya mau kasih pengertian saja ke beliau. Saya katakan
"Klo kamu diminta jadi khotib, sdh tahu bakalan tdk dikasih amplop, apakah kamu akan tolak. Klo kamu tidak tolak apakah kamu akan khutbah asal2an? Datang terlambat, naik mimbar pakai baju kusut, peci lusuh, materi khutbah sekenanya saja?" 

Pasti jawabanya tidak. Walau tdk dapat amplop khotib, maka kamu akan datang tepat waktu, pakai koko yg rapi, materi persiapan jauh2 hari biar khutbahnya siiip. Ya kan? 

Kamu khutbah itu dakwah, antum ngajar itu juga dakwah.

Sejatinya klo tdk ada aturan yg menekan seorang guru, wajib datang tepat waktu, sejatinya ketika kamu datang tdk terlambat itu kamu sdang memberi contoh murid2mu, dan itu dakwah.
Berseragam yg rapi.
Mengajar dgn sungguh2.

Walau gaji pas2an bahkan lebih rendah dr buruh pabrik. 

Inilah yg namanya semangat dakwah yg tinggi. 

Kita guru, di sekolah sunnah, sedang berdakwah. 
Lakukan dakwah itu sebaik2nya, sesuai amanah yg diembankan oleh yayasan kpd kita, selama itu baik untuk ummat. Ingat sabda rasulullah 

إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه  

Urusan gaji kita dikit, tdk lepas dari dua keadaan
1. Jikalau yayasan memang mampu kasih lebih, diskusikan baik2. Bukan terus menyengaja membuat kinerja asal2an. Ingat kita sdg berdakwah. 

2. Jikalau keuangan yayasan ya memang pas2an, qonaah sajalah, sambil cari jalan keluar yg lain. Allah maha luas rizkinya. Mungkin Allah akan datangkan rizki dari jalan yg lain. Dan itu nyata. 

Kebanyakan yayasan2 lembaga pendidikan sunnah, yg duduk di dalammya, berasal dari latar belakang yg berbeda2. Ada PNS, dokter, pengusaha, wiraswasta, pensiunan, ada juga sebagian ustadz. Mereka ini punya kesibukan utama. Di waktu luang, mereka sisihkan waktu mereka untuk duduk2 ngumpul bersama anggota yayasan yg lain. Bersinergi untuk membuat lembaga pendidikan sunnah. Terkadang mereka rogoh kocek pribadi mereka. Terkadang mereka tebal2in muka mereka minta donasi untuk bangun gedung sekolah. 

Kasihan mereka, sebagian waktu mereka bersama keluarga, habis untuk mikirin lembaga di bawah yayasan mereka. Mereka g ambil keuntungan dr lembaga itu (setahu ana). 

Lalu kita, para guru2 ini mau nuntut macem2 ke mereka. 

Banyak teori manajemen sih. Tapi antum insya allah lebih ahli dr ana. ana hanya menyampaikan secuil pengalaman ana sebagai orang yayasan, sebagai guru, dan sebagai wali murid. 

Bersinergilah yang baik, guru, yayasan, dan wali murid. Semoga Allah mudahkan

Sumber : 
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4675161349171367&id=100000326457617

Posting Komentar untuk "Ketika Gaji Guru Di Sekolah Sunnah Lebih Kecil Dari Gaji Buruh Pabrik"