Berpikirlah Wahai Pelaku Bid'ah

Seluruh Bid'ah itu sesat, jangan pernah larikan ke ilmu dunia, ilmu dunia Rasul tidak dikirim untuk itu, Rasul tidak diutus untuk itu...
Soal ilmu dunia Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam mengatakan "antum 'alamu bi umuuri duniakum"...KAlian lebih tau dari pada diriku tentang ilmu dunia kalian, lebih faham kalian dari pada saya...Hadits Shahih diriwayatkan oleh Imam Khuzaemah dalam Shohehnya...Kalian soal dunia lebih mengerti dari pada saya..

Tapi soal Syariat,...
Soal Agama...
Soal Ketaatan....
Soal Halal-Haram...
Soal Ibadah...

Semua kalian bergantung kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam....
 Kalau Nabi Muhammad, manusia terbaik dipermukaan bumi, manusia paling sholeh, tidak berhak mengarang soal syariat, berhakkah anda mengarang soal syariat..??

Cara beribadah yang anda lakukan sendiri, yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam, tidak ada wahyu yang berbicara tentang itu.
dari mana anda mendapatkan hak untuk mendapatkan itu?,
siapa yang memberi ijin kepadamu..?
Jibril mana yang turun kepadamu? risalah apa yang kamu dapatkan ?

anda tidak lebih sholeh dari Nabi Muhammad, itu pasti..!!
anda tidak lebih bertaqwa dari Nabi Muhammad, itu pasti..
anda tidak lebih pintar dari Nabi Muhammad, itu pasti..

ketika anda tidak lebih sholeh, tidak lebih pintar, tidak lebih mulia, tidak lebih bertaqwa, pantaskah anda membuat sesuatu???

Berpikirlah wahai pelku bid'ah..!!!

Tag : Bid'ah, Video
comments
5 Komentar untuk "Berpikirlah Wahai Pelaku Bid'ah"

1. semua bidah sesat
tanggapan: kata "kullu" dalam bahasa Arab tidak selalu berarti "semua" secara mutlak. kata "kullu" masih memungkinkan adanya perkecualian. sebgaimana firman Allah wa ja'alna minal maa-i kulla syaiin hayy (bila kulla: semua/segala maka: dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yg hidup) nah apakah iblis dicipta dari air? malaikat, jin?
juga banyak lafadz dalam Quran hadits yang seperti itu. aammun makhsus (sesuatu yg umum yg ada perkecualiannya). sebagaimana kisah khidhr bahwasanya raja merampas semua perahu (kenyataannya tidak semua perahu dirampas), Allah menghancurkan segalanya (kenyataannya Allah hanya mengazab sebagian dari umat yg durhaka,langit bumi tidak dihancurkannya) dsb.
dalil pengecualian dari "kullu bid'atin dholalah" ada dalam shahih muslim. man sanna sunnatan... dsb. demikian menurut imam Qurthubi

2. kita tidak berhak membuat syariat
sangat benar. maka haram bagi kita membuat syariat baru. contoh syariat baru:
"jika perbuatan itu baik pasti sudah dilakukan Nabi dan sahabat"
"ibadah harus ada contohnya dari Nabi dan sahabat"
"tawasul = syirik"
"taqlid=syirik"

ini adalah syariat baru yg tidak pernah ada tuntunannya dari Nabi dan haram dilakukan

3. tentang ilmu dunia
sebagian orang tidak faham apa itu ilmu dunia sehingga mencampuradukkan tidak karuan contoh:
"pakaian dalam shalat adalah urusan dunia jadi boleh beda dari Nabi" (keliru, yg benar pakaian dalam shalat termasuk ibadah bahkan rukun shalat, jenis pakaiannya pun ada aturannya mesti menutup aurat, suci dsb baiknya rapi dsb. termasuk ibadah yg tidak harus sama dgn nabi dan sahabat)
pengeras suara masjid:urusan dunia (keliru, ini termasuk ibadah. sunah untuk mensyiarkan adzan dan manfaat2 lain. termasuk menunaikan amanah penyumbang masjid dgn membeli pengeras suara, karpet, dsb termasuk ibadah)
membukukan Quran hadits, ilmu agama:urusan dunia (keliru sekali. ini ibadah baru bahkan dikatakan Imam Nawawi hal wajib. jadi jelas ibadah. dalam rangka penyebaran ilmu agama dan kemurnian Islam wajib dibukukan dan dipilah2 dikodifikasi)
wallahu 'alam

BID"AH TERCELA SECARA UMUM

Imam As syatibi dalam kitab Al 'Itishomnya pada bab yang ketiga menyatakan sebagai berikut:

"Ketahuilah bahwa dalil-dalil tentang bid'ah menunjukan tercelanya bid'ah secara umum . Hal ini bisa kita lihat dari beberapa sisi :
1. Dalil-dalil yang berkenaan degan bid'ah menunjukan penertian kutlak dan umum. meskipun banyak, tapi tidak ada sama sekali yang meyatakan pengecualian. Misalnya yang menyatakan : Setiap Bid'ah itu sesat kecuali ini atau kecuali itu....
2. Ada kaidah ushul bahwa setiap kaidah umum atau dalil syar'i yang bersifat umum, apabiula berulang-ulang dibanyak tempat dan mempunyai pendukukn yang menunjukan kepada makna-makna pokok atau cabang,sementara tidak diiringi dengan adanya taqyid (yang membatas) atau takhsish (yang mengkhususkan, maka dalil tersebut tetap dipakai pada keumummannya...
3. Adanya ijma para ulama salaf dari kalangan sahabat, tabi'in dan generasi sesudahnya bahwa bid'ah adalah tindakan tercela.
4. Perbuatan Bid'ah itu sendiri memang perbuatan tercela. Karena bid'ah termasuk perbuatan menandingi dan membuang syariat....

Saudaraku Ryn, apakah tidak sebaiknya komentar atau perdebatan di sini ditiadakan dulu? Soalnya bahaya sekali. Kita mesti maklum bukan, kalau orang yang sangat benci ketika ada bid'ah dibicarakan biasanya adalah ahli bid'ah atau pelakunya atau orang yang kena syubhatnya? Sabar, yaa saudaraku... Sabar.

Semoga Allah memberi kamu dan saudara kita ini jalan yang lurus. Semua bid'ah sesat, sudah cukup. Ndak perlu bela-bela bid'ah. Semoga Allah karuniai kamu sekalian keberkahan dunia akhirat.

Terimaksih atas nasihatnya, tidak bermaksud untuk mendebatnya. tapi hanya ingin memberikan sebuah argumentasi kebenaran, dan berharaf dia bisa berpikir dan menerimanya.

@Sungguh nasihat ini berharga bagi ana.
Barakallahufikum.

@Admin: Afwan, ana mau nanya ini kajian Ust. Maududi yang judulnya apa ya?

@Akhi karim Fikar: Bagaimana pendapat antum tentang hadits riwayat lain yang ada tambahan "kullu dholalah finnaar". Apakah klo gitu menjadikan ada kesesatan/dholalah yang tidak di Neraka/Naar?
Ana bukan mau berdebat akan tetapi bukankah agama itu nasehat. Ana cinta kepada antum karena Allah dan khawatir ada syubhat dari komen antum yang nyangkut ke saudara muslim lainnya... Wallohul Musta'aan!

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, silahkan berikan komentar. Dilarang menggunakan kata-kata kotor, hujatan ataupun kata-kata tercela lainnya.

Kami akan menghapus komentar yang kurang berkenan dan tidak relevan dengan tulisan